Apakah Anda pernah bermimpi merayakan resepsi
pernikahan di hotel bintang lima? Boleh saja punya impian indah untuk
pesta pernikahan. Namun jangan sampai memaksakan diri dengan cari
utangan sana-sini.
Seorang teman sebentar lagi akan mengakhiri masa lajangnya. Kini ia
tengah sibuk mencari gedung. Katering dan dekorasi pelaminan serta
riasan pengantin. Ia ingin pestanya berkonsep
garden party
dengan nuansa etnis. Ternyata bujetnya tidak mencukupi, namun ia
pantang menyerah demi mewujudkan impiannya. Akhirnya bersama calon
suaminya ia mencari talangan dengan asumsi akan terbayar setelah
mendapat angpao pernikahan.
Dalam kacamata Perencanaan Keuangan Keluarga, Ahmad Gozali, pesta
pernikahan seharusnya diadakan sesuai kemampuan. Besarnya biaya
pernikahan itu sifatnya relatif, akan hemat jika Anda
menyederhanakannya, namun sebaliknya akan mahal jika menyelenggarakannya
dengan supermewah. Hanya perlu diingat, jangan sampai biaya pernikahan
melebihi kemampuan diri.
Memang saat ini banyak paket wedding yang bersedia dibayar dengan
sistem tempo. Pertama, pihak mempelai memberikan 50%, dari besarnya
biaya, lalu sisanya akan dilunasi setelah acara. “Dari sudut perencanaan
keuangan, kami tidak menyarankan pengeluaran yang pasti dibiayai dari
pemasukan keuangan yang tidak pasti, karena rumus keuangan yang benar
adalah pengeluaran pasti diambil dari pemasukan yang pasti,” ungkap
Ahmad Gozali.
Menurutnya, biaya pernikahan adalah sesuatu yang pasti, setidaknya
sudah bisa dihitung sebelum pesta itu berlangsung. Sementara penghasilan
dari uang amplop jelas tidak pasti. Apalagi status uang amplop adalah
“hadiah” yang diberikan atas dasar keikhlasan para tamu yang datang.
Bayangkan sebuah pesta pernikahan mewah yang ditopang dengan utangan
sana-sini. Galibnya, sehabis pernikahan pasangan pengantin ini harus
gigit jari untuk meniti kehidupan selanjutnya. Hal ini seharusnya dapat
dipertimbangkan bagi mereka yang ingin menikah. Ukurannya bukanlah
mampu-tidaknya mengadakan pesta pernikahan, melainkan apakah mampu hidup
mandiri setelah pernikahan? Pernikahan sejatinya merupakan langkah awal
untuk meniti kehidupan panjang yang jauh membentang bersama pasangan
hidupnya.
Jika Anda akan menyelanggarakan pernikahan, sebaiknya perhitungkan
setiap pengeluaran. Ahmad Gozali mengungkapkan, ada dua hal yang paling
menentukan besar-kecilnya perhelatan pernikahan.
Pertama adalah tamu yang akan diundang. Jumlah undangan akan menentukan berapa biaya yang harus dikeluarkan. Dan yang
kedua,
tempat penyelenggaraan dan komponennya. Tempat penyelenggaraan akan
menentukan biaya setiap komponen seperti tempat resepsi, menu makanan,
dekorasi, pelaminan, rias pengantin, suvenir, undangan, dokumentasi,
lain-lain.
Berikut adalah beberapa tips yang dapat dicermati:
1. Tempat Resepsi Pernikahan
Pikirkan dengan masak-masak, dimana Anda akan menyelenggarakan
resepsi pernikahan. Menyelenggarakan resepsi di rumah bukan berarti bisa
lebih hemat dibandingkan dengan di gedung. Bisa saja di rumah jauh
lebih mahal mengingat jumlah undangan yang jauh lebih banyak, apalagi
jika acaranya diadakan seharian penuh, sehingga memerlukan pendukung
acara sangat banyak, alhasil memakan biaya yang tidak sedikit pula.
2. Menu Makanan
Di antara semua biaya pernikahan, biaya untuk konsumsi termsuk yang
paling besar. Pasalnya, harga bahan makanan bisa berubah sewaktu-waktu.
Sebagai penyelenggara hajatan, buatlah daftar menu yang akan dihidangkan
untuk para tamu. Misalnya, sajikan hidangan pada meja prasmanan utama
berisi beberapa makanan berat, seperti nasi dan lauk pauk. Menu di meja
utama tak perlu terlalu beragam, asalkan cukup memadai. Yang terpenting,
memperhatikan cita rasa, kualitas dan kebersihannya. Sedangkan menu
lainnya bisa ditempatkan pada meja yang berbeda, seperti soto, siomay,
es doger, sate ayam dan lain sebagainya. Tujuannya agar para tamu tidak
menumpuk antri di meja utama.
Jika Anda ingin menggunakan jasa katering, biasanya ada katering
yang menawarkan dengan sistem paket. Anda bisa leluasa memilih paket
menu yang disesuaikan dengan bujet yang tersedia. Adapun jika ada
keterbatasan biaya, Anda bisa menyewa tenaga juru masak untuk memasakkan
menu yang akan disajikan dalam resepsi pernikahan nantinya.
3. Dekorasi, Rias Pengantin dan Pelaminan
Jika Anda ingin menghemat, Anda bisa cari jasa katering yang
dilengkapi dengan dekorasi, rias pengantin serta pelaminan. Itu jauh
lebih hemat, daripada Anda harus mencari tenaga dekorasi, rias pengantin
dan pelaminan yang terpisah dengan katering.
Dekorasi dan pelaminan bisa dihemat dengan pemilihan tema minimalis
yang tidak banyak menggunakan bunga, khususnya bunga impor. Pilih bunga
lokal namun menarik dan cantik. Demikian pula dalam hal rias pengantin,
biasanya mahalnya biasa rias pengantin tergantung dari sewa baju
pengantin.
Meski atas nama penghematan, jangan beli kucing dalam karung, jadi
anda harus tetap melihat hasil fotonya seperti apa, hasil videonya
seperti apa, model dekorasinya seperti apa, dan seterusnya.
4. Undangan dan Suvenir
Jika dananya terbatas, batasi saja jumlah undangan, karena ini
menyangkut biaya konsumsi, tempat resepsi dan komponen lainnya. Untuk
itu pertimbangkan kembali berapa jumlah tamu yang akan Anda undang.
Buatlah daftar nama, keluarga, rekan, dan kerabat yang akan diundang,
seleksi dengan seksama mana yang kerabat terdekat yang akan diundang.
5. Dokumentasi
Pernikahan adalah momen spesial dalam hidup seseorang, maka akan
tambah terkesan jika didokumentasikan lewat foto atau rekaman video.
Tentunya ini membutuhkan dana yang tidak sedikit. Namun lagi-lagi, ini
bisa disiasati dengan memilih paket dokumentasi yang sekalian
menyediakan foto dan
video shooting. Alangkah baiknya
jika Anda memilih dokumentasi yang satu paket dengan katering dan rias
pengantin. Hal itu jauh lebih hemat daripada Anda harus mencari satu
demi satu.
Ahmad Gozali menyarankan, walaupun cukup sensitif, tapi bicarakan
dengan baik-baik berapa anggaran yang akan diperlukan untuk resepsi
pernikahan dan siapa yang menanggung biayanya. Biasanya biaya akan
ditanggung secara patungan dari kedua belah pihak. Bicarakanlah dengan
keluarga kedua mempelai, pesta pernikahan apa yang akan diselenggarakan,
dengan kata lain, apakah sesuai dengan anggarannya? Jangan sampai hanya
menaikkan gengsi, maka berutang dianggap bukan masalah.
Sumber : http://idazdekorasi.com/mengatur-anggaran-biaya-pernikahan/