Jumat, 29 Juli 2011

Honda New Blade 110R, Racing Look Versi Pabrikan

Modifikasi New Blade 110R, 2011

Honda New Blade 110R, Racing Look Versi Pabrikan

Roh balap memang sengaja ditanamkan oleh PT Astra Honda Motor (AHM) pada bebek barunya, Honda New Blade 110R. Desain sporty hingga diluncurkannya pula varian ber-livery Repsol Honda membuatnya tampil bak pacuan balap.

Agar makin dekat dengan sirkuit balap, AHM juga memamerkan versi modifikasi motor bebek 110cc di sela launching kemarin siang (28/7). "Yang menyiapkan modifikasi ini dari internal," ungkap Ahmad Muhibudin, Public Relations Manager, Corporate Communications PT Astra Honda Motor (AHM).

Secara tampilan benar-benar nyata kalau ini sengaja disiapkan untuk balap. Pengerjaan bodinya tidak terlalu banyak berubah dari versi standarnya. Hanya melepas semua perangkat lalu lintas termasuk membuat buta lampu depan di setang, bahkan stripinya tetap dibiarkan standar.

Yang menarik ada batang penguat pada underbone-nya, tentunya ini akan menambah kekakuan rangka yang berguna saat menikung. Lanjut ke kaki-kaki dan perhatikan detail tiap komponen yang terpasang.

Pelek masih standar tapi sudah dibalut ban slick. Suspensi belakang pakai produk Showa, footstep Yoshimura dan disk brake depan lebar. Panel indikator di setang pun di sisakan hanya takometer saja. Keren kan!

Sumber : Otomotif

Test Ride Honda New Blade 110R, Rangka Baru Lebih Lincah dan Stabil

Test Ride

Test Ride Honda New Blade 110R, Rangka Baru Lebih Lincah dan Stabil

Setelah resmi diluncurkan, PT Astra Honda Motor (AHM) memberikan kesempatan untuk melakukan pengetesan bebek sporty New Blade 110R untuk pertama kalinya. Wuah, penasaran kan? Simak terus ya!

Desain Sporty Tapi Elegan

Secara desain hampir tak ada yang tersisa pada New Blade 110R ini. Lampu depannya pindah ke setang dengan desain split yang terinspirasi dari CBR 1000R keluaran tahun 2006. Sedang lampu seinnya tetap di bodi depan. Sekilas bentuknya ini mengingatkan pada sang kompetitor New Jupiter Z.

Kalau versi sebelumnya enggak punya sayap, yang ini kembali pakai sayap atau bahasa kerennya "leg shield". Bentuknya tiga dimensi lebih kekar dan punya lubang udara yang telah dipatentkan. Konon lubang udara ini bisa mendukung aerodinamika saat melaju.

Garis runcing dari sepatbor depan dan sayap diteruskan sampai ke belakang. Bentuk lampu belakangnya jadi lebih lebar dan dipadu dengan sepatbor belakang bergaya moge. Buntut yang besar dan minim garis tajam membuatnya tetap elegan.

Yang menarik lagi adalah desain cover mesin untuk pelindung kaki, membuat mesin 110cc-nya tampil futuristik. Makin keren saat melihat bentuk muffler. Moncongnya didesain kotak khas knalpot moge atau knalpot racing yang banyak beredar belakangan ini.

Oiya, kali ini bentuk bodi Blade baru jadi nampak lebih gendut dari biasanya. Ini karena penambahan boks bagasi di bawah jok dengan volume 7 liter. Penambahan boks ini sampai membuat Honda banyak merubah rangka.

"Rangkanya jadi lebih mirip Honda Revo terbaru. Tapi banyak penyesuaian agar handlingnya lebih baik," ungkap Endro Sutarno dari Technical Service Training Development PT Astra Honda Motor.

Sayangnya panel speedometer sporty-nya jadi terlihat kurang gagah karena terlalu banyak ornamen krom. Tapi secara desain tetap mudah dilihat dengan pusat perhatian ada pada penunjuk kecepatan di tengah.

Mesin Dilengkapi Variable Ignition Control

Mesinnya punya kapasitas mesin 110 cc atau sama seperti mesin sebelumnya. Tapi ternyata banyak yang berubah pada mesinnya. "Silinder head-nya berbeda dari versi sebelumnya," jelas Endro. Untuk detail perbedaanya, tunggu liputan lengkapnya hanya di motorplus-online.com.

Yang paling menonjol dari mesin baru ini adalah diaplikasikannya Honda Variable Ignition Control (HVIC). Ada dua kurva pengapian yang akan bekerja sesuai karakter berkendara. Saat dipakai halus kurva pertama yang bekerja. Sedang ketika dipaksa buka tutup gas dengan agresif, kurva kedua yang akan bekerja.

Yuk langsung coba, putar kunci kontak dan nyalakan mesinnya. Suara mesin halus, tapi knalpotnya berdesis garing. Ketika gas dibuka perlahan, responsifnya tetap terasa. Torsinya langsung terasa meski putaran mesin belum terlalu tinggi. Mungkin karena torsi 0,83 Kgf.m-nya punya puncak di 5.500 rpm. Sehingga tak butuh putaran mesin tinggi untuk berakselerasi. Sedang tenaganya diklaim mencapai 8,4 PS di 7.500 rpm.

Handlingnya juga mantab. Dengan rangka baru, New Blade 110R ini lebih lincah tapi tetap stabil. Saat melewati jajaran kun yang disediakan Honda, motor lebih mudah berpindah arah ke kanan-kiri. Stabilnya terasa ketika tidak banyak bergoyang ketika menikung, bahkan sampai footstep menempel aspal pun tetap percaya diri.

Eh, footstep pengendaranya ternyata fleksibel bisa bergerak naik. Honda membekali sebuah engsel untuk mengantisipasi manuver ekstreem si pengendara yang gemar menikung rebah.

Untuk harganya, PT Astra Honda Motor melepas New Blade 110R dengan harga Rp 14 juta dan Rp 14,2 juta untuk varian bermotif ala MotoGP dari tim Repsol Honda. Harga ini lebih hemat ketimbang Yamaha New Jupiter Z casting wheel yang dilepas Rp 14,6 juta.

Sumber : Otomotif

Rabu, 27 Juli 2011

Honda CBR 250R, Mantap Buat Harian

Modifikasi Honda CBR 250R 2011 (Jakarta)

Honda CBR 250R, Mantap Buat Harian

Evnu Prastowo tidak ingin bermain ubahan bodi di Honda CBR 250R miliknya. Alasannya simpel. Karena bodi standar yang dimiliki sudah mencuatkan kesan sporty. Jadi, cukup memperkuat kesan lewat permainan kaki-kaki. Motor ini, juga dipakai harian, Cuy!

Memang sih, kaki CBR 250R terlihat sedikit lebih kurus ketimbang varian yang ada di kelas 250 cc. Maka itu, Evnu memusatkan perhatiannya ke kaki depan dan belakang. “Ditunjang kaki kekar itu akan lebih bagus,” kata pria yang juga modifikator dari Thole Motor ini.

Bagian depan, tidak tanggung! Thole, panggilan akrab Evnu, mengganti peredam kejut standar pakai sok model upside down tipe radial milik Honda CBR 600R. “Upside down ini sebenarnya juga enggak ada bedanya dengan Suzuki GSX 600R, lho,” cerita modifikator 40 tahun ini panjang-lebar soal sok.

Dalam pemasangan, enggak banyak yang dilakukan. Cukup menyesuaikan as komstir. Milik CBR 600R diganti pakai as milik CBR 250R agar bisa masuk ke lubang dengan pas.

Apalagi, tidak hanya upside down saja yang diboyong. Tapi, lengkap berikut setang dan segitiga atas-bawah. Oh ya, agar setang enggak mentok bodi, ketika berbelok, mur as komstir ikut diganjal sekitar 2,5 cm.

Ini juga yang jadi alasan Evnu mengapa memilih kaki-kaki moge supersports yang 600 cc. “Ruang kokpit CBR 250R agak sempit. Maka itu, pilihannya hanya main di motor 600 cc,” jelas Thole yang suka melucu padahal dia bukan pelawak.

Pakai sok depan CBR 600 pun, Thole sedikit mencoak bodi bagian dalam. Kalau tidak, bakal sulit belok tuh. Nah, terbayang kan gimana kalau pakai sok motor superbike alias 1.000 cc. “Kecuali kalau mau diimbangi perubahan bodi dan dimensi yang lebih lebar, itu sih enggak masalah,” buka pemilik workshop dari Jl. Serdang Baru No. 7, Jakarta Pusat.

Bagian belakang juga tidak ingin ketinggalan. Lengan ayun, masih mencomot milik supersports Honda. Pemakaian dari merek motor yang sama, terbukti punya keuntungan. Yaitu, desain swing arm CBR 600R dan 250R mengadopsi tipe A. Jadi, enggak perlu mengubah kontruksi lagi.

Begitunya penyesuaian tetap dilakukan. Karena lengan ayun CBR 600R cukup panjang, maka terjadi sedikit pemotongan. “Bagian depan arm yang dekat lubang as arm dipotong sekitar 2 cm. Kalau enggak, ya mentok sasis,” bilang ayah dua anak ini.

Selain itu, karena motor juga dipakai harian kan. Kalau pakai lengan ayun panjang, cukup bermasalah ketika hujan. Air cipratan ban bisa tidak terhalang sempurna oleh sepatbor. Kotor dong tuh jaket!

Kemudian, bushing arm dibikin ulang dari pipa baja berdiameter as 15 mm. Buat dukung kinerja peredam kejut buritan, pro link bawaan CBR 600R tetap difungsikan dan dibiarkan tidak pindah tempat. Sok, pakai milik CBR 250. Kini, kaki depan-belakang terlihat kekar!

Boleh jadi rujukan.

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Pirelli 120/60-17
Ban belakang : Battlax 180/55-17
Kaliper : Tokico
Lampu depan : HID Xenon Light
Thole Motor : 0811-872-325

Sumber : Otomotif

Honda CBR 250R, Tanpa Potong Rangka

Modifikasi Honda CBR 250R 2011 (Jakarta)

Honda CBR 250R, Tanpa Potong Rangka

Chemonk Modified (CM) spesialis memproduksi undertail buat motor sport macam Kawasaki Ninja 250R, Yamaha V-ixion, Honda NSR150 sampai moge. Ini kali mengerjakan untuk Honda CBR250R milik sendiri.

Undertail produksi CM punya karakteristik sendiri. “Ketika dipasang enggak perlu potong rangka. Sistemnya bolt-on,” mantap Andre ‘Chemonk’ Irwan bos CM yang sukses mengekspor undertail ke Malaysia dan Singapura.

Karena kalau main potong bebek, eh potong rangka ekor sangat merugikan dalam modifikasi bolt-on. Cuma ubahan kecil kok kudu pangkas frame. Makanya, Andre menghindari papas sasis.

Kan konsep bolt-on atau plug and play hanya melakukan beberapa ubahan bodi dan komponen luar. Tanpa mengubah secara ekstrem karakter desain aslinya motor. Sehingga motor kembali bisa dikembalikan standar.

Jadinya, enggak perlu builder ahli untuk pasang undertail buatan rumah modifikasi di Jl. Ashirot No. 2A, 09/03, Sukabumi Selatan, Jakarta Barat itu.

“Pada CBR250R, desain rangka di bawah jok dibuat turun. Mirip dengan Honda Tiger. Susah dibikin undertail yang ujungnya naik dan lancip,” curhat Andre yang juga balap Ninja 250R dan 150.

Apalagi subframe di bawah jok CBR250R semakin ke belakang malah agak turun. Padahal, buntut bawah bolt-on ala CM butuh ujung rangka belakang jadi agak naik. “Untuk itu harus diakali, dengan pasang fender pelat nomor dari Honda CBR1000RR,” beber Andre.

Sistam pasang undertail di CBR250 hanya butuh penyesuaian. Perlu dipasangi undercowl alias sambungan fairing yang didesain ulang biar lebih sporty. Ubahan ini termasuk paling besar kalau dibandingkan dengan bagian lain.

Karena memang enggak bisa aplikasi undertail, jok terpaksa diubah jadi single sitter. “Sepatbor juga ikut dirancang ulang. Jadinya pakai model sepatbor Ducati 999. Tambahan lagi windshield ala racing yang lebih nunduk. Simpel dan pemiliknya pun enggak perlu menginapkan motor di bengkel,” yakin Andre.

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Battlax 110/70-17
Ban belakang : Battlax 140/70-17
Knalpot : R9
Kaliper depan : Brembo
Kaliper belakang : Brembo
Sumber : Otomotif

Kawasaki KLX 250, Terbius Gaya Elegan Eropa

Modifikasi Kawasaki KLX 250, 2010 (Jakarta)

Kawasaki KLX 250, Terbius Gaya Elegan Eropa

Supermoto identik dengan kesan liar, serba beringas sesuai karakter motornya yang jago melibas trek tanah sekaligus aspal. Tapi paradigma ini coba dipatahkan oleh Mario yang berkolaborasi dengan rumah modifikasi Caos Custom Bike asuhan Lery Rahmat Rizki.

"Enggak semua suka tampil ekstreem, ada juga yang suka elegan kaya Mario," buka Lery yang akhirnya menuruti selera sang pemilik KLX 250 keluaran 2010 ini. "Elegan bisa dilihat pada pemilihan warna yang cenderung polos dan detail kroom serta silver pada kaki-kakinya," lanjut.

Tapi urusan modifikasinya jangan anggap remeh. Detailnya pun banyak mengadopsi barang-barang dari Eropa. Mulai dari swing arm bawaan Aprilia supermoto SXV. Barang yang ditebus hampir Rp 10 juta ini butuh banyak penyesuaian agar bisa masuk di rangka standar KLX 250.

"Harus sedikit di papas agar bisa masuk. Saat pasang ban juga harus bikin adaptor. Karena pelek asli Aprilia SXV lebih lebar dari pelek Behr buatan Jerman yang sekarang dipakai. Kalau enggak ditambah adaptor jadi terlihat banyak rongga," jelas Lery.

"PR" berikutnya adalah ketika Mario minta pasang side cover bawaan Kawasaki KX 250. Rangka pun harus dikorbankan agar cover bodi ini terpasang dengan rapi. "Biar rapi, rangka sedikit di potong agar aki bisa dipindah ke dalam," terang pria yang bengkelnya ada di Jl. Pancoran Barat VIII No. 6, Jakarta Selatan ini.

"Belum lagi saat pasang headlamp dan spatbor depan Husqvarna 610 SM. Harganya mahal, saat pasang harus coak bagian dalamnya agar bisa terpasang di sokbraker depan KLX 250," kekeh Lery yang akhirnya mengakui tampang elegannya cukup membuat Mario sang pemilik motor puas.

Data Modifikasi
Pelek: Behr 3.50x17, 5.00x17
Ban: Michelin Pilot 120/65-17, 160/60-17
Swing Arm: Aprilia SXV
Frame Slider: KTM
Gear: Afam rante rk 520 oring
Silencer: Akraprovic carbon YZF 250
Headlamp: Husqvarna 610 SM
Spatbor depan: Husqvarna 610 SM
Side cover: Kawasaki Kawasaki KX 250
Sepatbor belakang: Kawasaki KLX 450
Raiser: Zeta
Pelindung Sokbraker Depan: Zeta
Engine Cover: Zeta
Caos Custom Bikes: 081 70089400

Sumber : Otomotif

Hugger Byson Di Ninja 250R Keren, Gaya Dan Murah

Tips Modifikasi

Hugger Byson Di Ninja 250R Keren, Gaya Dan Murah


Hugger Byson, murah dan gampang dipasang
Ini bentuk virus baru yang akan digemari oleh para pemilik Kawasaki Ninja 250R. Dengan biaya yang relatif murah dan pengerjaan yang gampang, tampilan Ninja sudah langsung terlihat berbeda. Khususnya untuk wilayah roda belakang yang sudah ganti sepatbor ini.

Sepatbor seperti ini acap disebut hugger. Yamaha sudah melengkapi Byson dengan komponen begini. Sementara Ninja 250R terlihat cupu alias culu punya karena hanya menggunakan penutup rantai. "Setelah diperhatikan secara ukuran, eh bisa juga digunakan di Ninja," kata Ko Shandi, mekanik dari bengkel BMS dari Palmerah, Jakarta Barat. Ukuran yang dimaksudnya tadi adalah lebarnya arm dan ukuran ban belakang standar.

Langkah pertama, tentu beli dulu hugger milik Byson ini di jaringan 3S Yamaha, atau bisa juga di toko spare-parts umum. "Jangan kaget ya, harganya murah banget. Tidak sampai Rp 30 ribu," kata pria berkacamata ini.

Komponen yang memiliki part number 45P-F1650-00 ini di daftar harga resmi yang dikeluarkan Yamaha hanya dibanderol Rp 28 ribu. Murah, toh!

Step awal tentunya melepaskan tutup rantai standar Ninja. Ada dua baut yang bisa dibuka dengan kunci T 10. Jika sudah lepas, coba tempatkan posisi hugger Byson tadi. Pasti pas dengan arm standar dan juga ban belakang jika belum menggunakan ban extra lebar.

Untuk dua baut yang di sebelah kiri, tidak ada masalah. "Karena baik ukuran maupun posisinya sudah pas, sehingga baut ukuran 10 tadi bisa langsung dipasang kembali," tambah pria kurus ini.

Jika ingn memasang baut di sebelah kanan baru ada sedikit yang berbeda. Tapi, jangan panik dulu, Bro. Ini hanya masalah kecil yang bisa diselesaikan dengan mudah.

Braket hanya untuk sisi kanan
"Ada perbedaan posisi baut antara arm dan hugger, karena itu kita harus buatkan semacam braket atau dudukan baru sehingga bisa menyatu antara kedua komponen ini," cuap Andi lagi.

Braket yang dimaksud dibuat menggunakan bahan pelat dengan besi atau aluminium dengan ketebalan hanya 1-1,5 mm. "Jangan terlalu tebal sebab nantinya malah jadi terlihat tidak rapi," ceritanya.

Langkah berikut, pelat tadi dilubangi di dua ujungnya. "Jarak antar lubang tadi harus disesuaikan lubang baut di hugger dan juga di lengan ayun," tambah pria rajin modifikasi lampu dan kelistrikan. Di arm menggunakan baut yang dipakai untuk dudukan pengikat slang rem.

Tentu saja lubang baut di braket ini harus disesuaikan lagi dengan aslinya. Artinya tetap menggunakan baut dengan ukuran10. Jika sudah, selanjutnya tinggal dipasang untuk menyatukan hugger dengan arm di sisi kanan.

Buat para modifikator dan juga penikmat modifikasi, trik ini pasti menarik untuk dicoba. Sedangkan bagi produsen hugger Ninja siap-siap tersaingi!

Sumber : Otomotif

Knalpot Akrapovic Ninja 250R, Untuk CBR 250R Menyusul Akhir Agustus

Bolt On

Knalpot Akrapovic Ninja 250R, Untuk CBR 250R Menyusul Akhir Agustus

Serius masuk ke Indonesia, produsen knalpot Akrapovic asal Slovenia langsung akan memasarkan produknya untuk Kawasaki Ninja 250R dan Honda CBR 250R.

"Kami menyiapkan model slip on dan full system untuk keduanya," buka Ziga Tomc, perwakilan Sales Departement Akrapovic disela kunjungannya ke Indonesia hari Sabtu lalu (23/7).

Knalpot untuk Kawasaki Ninja 250R dan Honda CBR 250R ini sengaja dipersiapkan untuk pasar global. Jadi barangnya akan sama dengan yang dijual diberbagai belahan dunia.

"Tapi sementara baru ready stock untuk Kawasaki Ninja 250R. Itu pun yang slip on," tambah Hendrik, pemilik Probike yang juga distributor tunggul knalpot Akrapovic di Indonesia.

"Harganya Rp 5,5 juta. Finishingnya menarik karena warna dan ada aksen karbon di ujungnya," jelas Hendrik pada merek knalpot yang banyak digunakan oleh tim-tim balap yang berlaga di World Superbike (WSBK) ini.

Sedang untuk Honda CBR 250R tetap harus menunggu. "Kita jadwalkan akhir Agustus barangnya sudah ada di Indonesia," tambah Hendrik yang tokonya terletak di Jl. Panjang, Arteri Kelapa Dua No.88A Jakarta Barat ini.


Sumber : Otomotif